Mojokerto – Sekawan Bumi Foundation (Yayasan Sekawan Bumi Lestari) resmi menutup rangkaian Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan melalui sesi penanaman ke-6 yang dilaksanakan di kawasan Wisata Sumber Lumpang, Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan ini menjadi penutup musim tanam sekaligus menandai keberhasilan gerakan penghijauan yang telah berlangsung sejak sesi pertama hingga sesi keenam.
Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan Libatkan Ratusan Relawan
Gerakan ini melibatkan ratusan relawan dari berbagai komunitas, mahasiswa, serta masyarakat umum. Mereka bersama-sama melakukan penanaman pohon sebagai bentuk nyata upaya pelestarian lingkungan, khususnya dalam menjaga hutan dan sumber mata air di kawasan Gunung Penanggungan.
Pada sesi ke-6 ini, Sekawan Bumi Foundation juga berkolaborasi dengan BEM FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), yang turut berperan penting dalam pelaksanaan kegiatan.
Komitmen Sekawan Bumi Foundation dalam Pelestarian Lingkungan
Founder & CEO Sekawan Bumi Foundation, Mohammad Gofar Wibisana, menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan penanaman, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menjaga masa depan lingkungan.
“Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan telah sampai di sesi ke-6, yang sekaligus menjadi penutup musim tanam kali ini. Ini adalah perjalanan penuh cerita, perjuangan, dan kebersamaan dalam menjaga alam. Setiap pohon yang ditanam bukan hanya bibit, tetapi harapan untuk masa depan dan sumber kehidupan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan serta mahasiswa BEM FISIP UNAIR yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Selain itu, ia memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan dan berkomitmen menghadirkan program yang lebih baik ke depan.
Rencana Program Lingkungan Sekawan Bumi Foundation 2026 – 2027
Sekawan Bumi Foundation menyampaikan bahwa gerakan ini akan dilanjutkan pada musim tanam berikutnya, yang diperkirakan berlangsung pada November 2026 hingga Maret 2027.
Selama musim kemarau, berbagai program tetap akan dijalankan, antara lain:
- East Java Camping Festival
- Konser di Hutan
- Hiking Bersama
- Festival Lingkungan
- Diskusi dan kegiatan edukatif lainnya
Program-program ini bertujuan menjaga konsistensi gerakan pelestarian lingkungan sepanjang tahun.
Dukungan Pemerintah Desa dan Dinas Kehutanan Jawa Timur
Kepala Desa Duyung, Jurianto Bambang Siswanto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Sekawan Bumi Foundation dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan wisata Sumber Lumpang.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Kami berharap gerakan ini terus berlanjut dan siap mendukung program berikutnya,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari UPT Perbenihan Tanaman Hutan (PTH) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Seksi Sumber Benih Tanaman Hutan, Ardianto Bagus UP.
Ia menyampaikan bahwa distribusi dan penanaman bibit dilakukan secara baik, transparan, dan disertai laporan yang jelas. Selain itu, gerakan ini dinilai mampu mendorong kesadaran generasi muda terhadap pentingnya penghijauan.
Kolaborasi Penta Helix dalam Gerakan Lingkungan
Co-Founder Sekawan Bumi, Fahmi Adimara, menegaskan bahwa gerakan komunitas harus mampu menciptakan dampak yang terukur dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi Penta Helix yang melibatkan berbagai pihak seperti:
- Sekawan Bumi Foundation
- BEM FISIP Universitas Airlangga
- Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur
- Pos Pendakian Penanggungan Via Sumber Lumpang
- Local Guides Indonesia
- KAHF Surabaya
- Dapanel Digital Kreatif
Gerakan ini tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga mencakup:
- Penguatan ekosistem digital
- Pemberdayaan ekonomi lokal (UMKM)
- Peningkatan akurasi data publik
- Peran generasi muda sebagai agen perubahan
Model ini diharapkan dapat direplikasi secara luas apabila dijalankan secara konsisten.
Dampak Gerakan 5000 Pohon bagi Lingkungan dan Masyarakat
Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya sumber mata air yang memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat sekitar.
Sekawan Bumi Foundation berharap gerakan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya pelestarian alam.
Sebagai penutup musim tanam, organisasi ini memastikan bahwa program lingkungan tetap berjalan sepanjang tahun guna menjaga semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap alam.
Salam Lestari 🌿
Sekawan Bumi Foundation
